
1. Pengantar
Proses ekstraksi emas dengan pelindian tumpukan sianida banyak digunakan dalam industri pertambangan emas karena keunggulannya seperti kesederhanaan, biaya rendah, dan penerapannya pada bijih berkualitas rendah. Namun, karena sianida merupakan zat yang sangat beracun, spesifikasi teknis produksi yang aman dan ketat harus diikuti untuk memastikan keselamatan personel, lingkungan, dan kelancaran operasi proses produksi. "Spesifikasi Teknis Produksi yang Aman untuk Proses Ekstraksi Emas dengan Pelindian Tumpukan Sianida" (YS/T 3019 - 2013) diberlakukan pada tanggal 1 Maret 2014, yang memberikan pedoman yang jelas untuk produksi dan pengujian di lokasi proses ini.
2. Persyaratan Dasar Keselamatan Produksi
2.1 Pemilihan dan Tata Letak Lokasi
Kondisi Geologi : Lokasi untuk pelindian tumpukan sianida harus dipilih di tanah yang stabil dengan kondisi geologi yang baik. Hindari daerah yang rawan longsor, banjir lumpur, dan banjir. Survei geologi harus dilakukan terlebih dahulu untuk mengevaluasi stabilitas lokasi.
Jarak dari Area Sensitif : Lokasi pelindian tumpukan harus berada pada jarak yang cukup jauh dari area perumahan, sumber air, dan area sensitif lainnya. Persyaratan jarak spesifik harus sesuai dengan peraturan lingkungan dan keselamatan yang relevan. Misalnya, setidaknya harus berjarak [X] meter dari area perumahan untuk mencegah dampak kebocoran gas dan cairan beracun terhadap penduduk.
Desain Tata Letak : Tata letak lokasi pelindian tumpukan harus masuk akal. Area untuk penumpukan bijih, sirkulasi larutan, pemulihan emas, dan pembuangan limbah harus dipisahkan dengan jelas. Ruang yang cukup harus disediakan untuk pemasangan, pengoperasian, dan pemeliharaan peralatan. Jalur keselamatan dan rute evakuasi darurat harus disiapkan untuk memastikan evakuasi personel berjalan lancar jika terjadi keadaan darurat.
2.2 Keselamatan Peralatan dan Fasilitas
Fasilitas Anti-Rembes : Bagian bawah dan sekeliling tumpukan bijih harus dilengkapi dengan fasilitas anti-rembes yang andal untuk mencegah kebocoran larutan yang mengandung sianida ke dalam tanah dan air tanah. Geomembran polietilen densitas tinggi (HDPE) atau bahan anti-rembes berkualitas tinggi lainnya dapat digunakan. Lapisan anti-rembes harus diperiksa secara berkala untuk mengetahui adanya kerusakan atau kebocoran.
Peralatan Penyimpanan dan Pengangkutan Cairan : Tangki, pipa, dan pompa untuk menyimpan dan mengangkut larutan yang mengandung sianida harus terbuat dari bahan tahan korosi. Inspeksi rutin harus dilakukan untuk memeriksa korosi, kebocoran, dan potensi bahaya keselamatan lainnya. Semua peralatan penyimpanan dan pengangkutan cairan harus dilengkapi dengan alat pencegah luapan dan katup penutup darurat.
Sistem Ventilasi dan Pembuangan : Di area tempat dilakukannya operasi yang mengandung sianida, sistem ventilasi dan pembuangan yang efektif harus dipasang untuk memastikan pengenceran dan pembuangan gas beracun. Volume ventilasi dan laju pembuangan harus memenuhi persyaratan standar yang relevan untuk menjaga lingkungan kerja yang aman.
2.3 Sistem Manajemen Keselamatan
Penetapan Peraturan Keselamatan : Perusahaan pertambangan harus menetapkan seperangkat peraturan keselamatan dan prosedur operasi yang lengkap untuk proses pelindian tumpukan sianida. Peraturan ini harus mencakup semua aspek produksi, termasuk pengoperasian peralatan, pemeliharaan, pengelolaan sianida, dan tanggap darurat.
Pelatihan Karyawan : Semua karyawan yang terlibat dalam proses pelindian tumpukan sianida harus menerima pelatihan keselamatan secara berkala. Isi pelatihan harus mencakup sifat dan bahaya sianida, metode operasi keselamatan, prosedur tanggap darurat, dan penggunaan peralatan pelindung diri. Karyawan harus dilatih dan memenuhi syarat sebelum diizinkan untuk bekerja.
Pemantauan dan Inspeksi Keselamatan : Pemantauan dan inspeksi keselamatan secara berkala harus dilakukan dalam proses produksi. Hal-hal yang dipantau meliputi konsentrasi sianida di udara dan larutan, integritas fasilitas anti-rembesan, dan status pengoperasian peralatan. Catatan inspeksi harus disimpan untuk referensi di masa mendatang, dan setiap bahaya keselamatan yang ditemukan harus diperbaiki tepat waktu.
3. Spesifikasi Teknis Operasional
3.1 Pengolahan Awal Bijih
Penghancuran dan Granulasi : Sebagian besar bijih perlu dihancurkan hingga ukuran partikel yang sesuai sebelum pelindian tumpukan. Umumnya, ukuran partikel harus dihancurkan hingga 25.4 mm atau lebih halus untuk mengekspos emas dalam bijih dan meningkatkan tingkat perolehan emas. Untuk bijih dengan permeabilitas rendah dan kandungan lempung tinggi, teknologi granulasi dapat digunakan. Selama granulasi, sejumlah kapur yang sesuai harus ditambahkan untuk menyesuaikan nilai pH bijih menjadi antara 9.5 - 10.5. Pada saat yang sama, konsentrasi natrium sianida dalam proses granulasi harus dikontrol sesuai dengan sifat bijih, umumnya sekitar 60 - 150 gram per ton bijih emas. Kandungan kelembaban total pelet umumnya tidak boleh melebihi 30% untuk menghindari pelet menjadi longgar dan lunak. Waktu pengeringan harus lebih dari 72 jam. Jika hujan selama proses pembuatan pelet, pelet harus ditutup untuk mencegah kehilangan emas.
Pengendalian Mutu Bijih Pra-Perlakuan : Mutu bijih pra-perlakuan harus dikendalikan secara ketat. Pengambilan sampel dan analisis secara berkala harus dilakukan untuk memastikan bahwa ukuran partikel, nilai pH, dan indikator lainnya memenuhi persyaratan proses pelindian tumpukan. Hanya bijih pra-perlakuan yang memenuhi syarat yang dapat digunakan untuk pembuatan tumpukan.
3.2 Bangunan Tumpukan
Persiapan Lahan : Sebelum pembangunan timbunan, lahan harus dibersihkan dan diratakan. Kemiringan 3% - 5% harus diatur untuk lahan datar guna memfasilitasi drainase larutan pelindian. Setelah perataan, perawatan anti rembesan harus dilakukan di lokasi. Lapisan bantalan setebal sekitar 0.5 m dapat diletakkan di atas fondasi yang dipadatkan, kemudian disemprot dengan larutan natrium karbonat untuk meningkatkan kinerja anti rembesannya.
Tinggi dan Bentuk Timbunan : Tinggi awal timbunan bijih sebaiknya tidak terlalu tinggi, lebih disukai 3-4 meter. Seiring stabilnya laju pelindian, tinggi timbunan bijih dapat ditingkatkan secara tepat. Bentuk timbunan bijih harus dirancang untuk memastikan distribusi larutan dan permeabilitas gas yang baik. Umumnya, timbunan bijih berbentuk kerucut atau bertingkat banyak digunakan.
Perlindungan Sekitar : Parit drainase banjir harus dibuat di sekitar lokasi pelindian tumpukan bijih untuk mencegah air hujan masuk ke tumpukan bijih dan mengencerkan larutan pelindian. Pada saat yang sama, pagar pelindung harus dipasang di sekitar tumpukan bijih untuk mencegah personel yang tidak berwenang memasuki area berbahaya.
3.3 Pelindian Semprot
Pengendalian Konsentrasi Semprotan : Konsentrasi Natrium Sianida dalam larutan semprot harus disesuaikan sesuai dengan tahap pelindian. Pada tahap awal pelindian, karena komposisi bijih emas yang kompleks, konsentrasi natrium sianida dapat ditingkatkan secara tepat. Setelah periode puncak (ketika konsentrasi emas hasil pelindian paling tinggi), konsentrasi dapat dikurangi menjadi 0.08% - 0.06%. Pada tahap selanjutnya, konsentrasi dapat dikurangi lebih lanjut menjadi 0.04% - 0.02%. Konsentrasi natrium sianida dapat disesuaikan kapan saja sesuai dengan konsentrasi emas dalam cairan hasil pelindian.
Siklus dan Intensitas Penyemprotan : Waktu penyemprotan umumnya 7-8 jam sehari, dan paling lama tidak boleh melebihi 10 jam (tetapi jumlahnya harus dikurangi). Umumnya, pola penyemprotan "semprot 1 berhenti 1" atau "semprot 1 berhenti 2" diadopsi. Waktu penyemprotan tidak boleh terlalu lama agar tumpukan bijih dapat bernapas oksigen saat tidak disemprot. Intensitas penyemprotan harus dikontrol pada 6-20 L/m²•jam, dan maksimum tidak boleh melebihi 25-30 L/m²•jam. Jika intensitas penyemprotan terlalu besar, volume cairan yang mengandung emas akan meningkat, konsentrasi emas akan encer, dan kapasitas adsorpsi Karbon Aktif akan terpengaruh.
3.4 Pemulihan Emas dari Cairan Hamil
Metode Pemulihan Emas Umum : Metode umum untuk memulihkan emas dari cairan kaya sianida meliputi adsorpsi karbon (seperti metode karbon-dalam-kolom), sementasi seng (metode Merrill-Crowe), dan ekstraksi pelarut. Setiap metode memiliki karakteristik dan cakupan aplikasinya sendiri. Misalnya, dalam proses karbon-dalam-kolom, larutan pelindian sianida dipompa ke atas melalui kolom dengan laju aliran 15 hingga 25 gpm/ft², memfluidisasi lapisan karbon aktif (16 × 30 mesh) untuk mengadsorpsi emas.
Pengoperasian dan Pengendalian Peralatan Pemulihan Emas : Pengoperasian peralatan pemulihan emas harus dilakukan sesuai dengan prosedur pengoperasian yang telah ditetapkan. Inspeksi dan perawatan rutin peralatan harus dilakukan untuk memastikan pengoperasiannya berjalan normal. Parameter seperti kapasitas adsorpsi karbon aktif, efisiensi pengendapan bubuk seng, dan laju ekstraksi pelarut harus dipantau dan disesuaikan tepat waktu untuk meningkatkan tingkat pemulihan emas.
3.5 Pengolahan Tumpukan Bijih Limbah
Disinfeksi Tumpukan Bijih Limbah : Setelah proses pelindian selesai, tumpukan bijih limbah harus didisinfeksi untuk mengurangi toksisitas sianida residu. Metode disinfeksi umum meliputi penggunaan oksidan seperti hidrogen peroksida atau kalsium hipoklorit. Waktu dan dosis disinfeksi harus ditentukan sesuai dengan situasi aktual tumpukan bijih limbah untuk memastikan bahwa konsentrasi sianida residu memenuhi standar pembuangan lingkungan.
Pembongkaran dan Pembuangan Tumpukan Bijih Limbah : Setelah didesinfeksi, tumpukan bijih limbah dapat dibongkar dan dibuang dengan benar. Metode pembuangan harus sesuai dengan peraturan lingkungan yang relevan. Misalnya, bijih limbah dapat digunakan untuk pengisian kembali di tambang atau diangkut ke lokasi pembuangan limbah yang telah ditentukan untuk dibuang.
4. Tindakan Tanggap Darurat
4.1 Penetapan Rencana Darurat
Perusahaan pertambangan harus merumuskan rencana tanggap darurat yang lengkap untuk potensi kecelakaan dalam proses pelindian tumpukan sianida, seperti kebocoran sianida, kebakaran, dan ledakan. Rencana darurat harus mencakup organisasi tanggap darurat, tanggung jawab setiap anggota, prosedur tanggap darurat, dan tindakan penyelamatan darurat.
4.2 Peralatan dan Bahan Penyelamatan Darurat
Peralatan dan perlengkapan penyelamatan darurat yang memadai harus disiapkan, seperti masker gas, pakaian pelindung kimia, kotak P3K, agen penetral sianida, dan perlengkapan pemadam kebakaran. Peralatan dan perlengkapan ini harus diperiksa dan dirawat secara berkala untuk memastikan penggunaan normalnya dalam keadaan darurat.
4.3 Latihan Darurat
Latihan tanggap darurat secara berkala harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tanggap darurat karyawan. Isi latihan harus mencakup berbagai kemungkinan skenario kecelakaan, seperti latihan kebocoran sianida dan latihan pemadaman kebakaran. Melalui latihan tanggap darurat, karyawan dapat terbiasa dengan prosedur tanggap darurat dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menangani keadaan darurat.
5. Kesimpulan
Produksi yang aman dari proses ekstraksi emas dengan pelindian tumpukan sianida sangatlah penting. Dengan benar-benar mengikuti spesifikasi teknis produksi yang aman, memperkuat manajemen keselamatan, dan menerapkan teknik operasi ilmiah, risiko keselamatan dalam proses produksi dapat dikendalikan secara efektif. Hal ini tidak hanya menjamin keselamatan dan kesehatan karyawan serta lingkungan ekologis, tetapi juga mendorong pembangunan berkelanjutan industri pertambangan emas. Perusahaan pertambangan harus selalu memperhatikan keselamatan dan terus meningkatkan tingkat produksi keselamatan mereka untuk mencapai tujuan produksi yang aman dan efisien.
- Konten Acak
- Konten panas
- Konten ulasan panas
- Asam nitrat pekat industri 55%-68%
- Tabung Kejutan Plastik (VOD≧1600m/s)
- Natrium alfa olefin sulfonat (AOS)
- Natrium Nitrit Industri 98.5%
- Bagaimana cara memilih flokulan yang tepat?
- Asam etidronat | HEDP
- Natrium tiosulfat pentahidrat
- 1Sodium Sianida (CAS: 143-33-9) dengan Harga Diskon untuk Pertambangan - Kualitas Tinggi & Harga Kompetitif
- 2Natrium Sianida 98.3% CAS 143-33-9 NaCN bahan pelapis emas Esensial untuk Industri Kimia Pertambangan
- 3Peraturan Baru Tiongkok tentang Ekspor Natrium Sianida dan Panduan bagi Pembeli Internasional
- 4Sodium Cyanide (CAS: 143-33-9) Sertifikat pengguna akhir (versi bahasa Mandarin dan Inggris)
- 5Kode Pengelolaan Sianida Internasional (Natrium Sianida) - Standar Penerimaan Tambang Emas
- 6Pabrik Cina Asam Sulfat 98%
- 7Asam Oksalat Anhidrat 99.6% Kelas Industri
- 1Natrium Sianida 98.3% CAS 143-33-9 NaCN bahan pelapis emas Esensial untuk Industri Kimia Pertambangan
- 2Kemurnian Tinggi · Kinerja Stabil · Pemulihan Lebih Tinggi — natrium sianida untuk pelindian emas modern
- 3United ChemicalTim Riset Menunjukkan Kewibawaan Melalui Wawasan Berbasis Data
- 4AuCyan™ Natrium Sianida Berkinerja Tinggi | Kemurnian 98.3% untuk Pertambangan Emas Global
- 5Detonator Elektronik Digital (Waktu tunda 0~ 16000ms)
- 6Detonator Tabung Kejut Berkekuatan Tinggi dan Presisi Tinggi
- 7industri Detonator Listrik











Konsultasi pesan online
Tambahkan komentar: